Sekumpulan buku-buku ternama.

Pengikut

____

Selasa, 25 November 2025

Buku: Anthony Giddens "The Third Way" - Part 02: Sosialisme dan Sesudahnya

Buku: Anthony Giddens "The Third Way"

Menurut Giddens, dunia akhir abad ke-20 punya dua wajah. Di satu sisi, ada ketidakpastian besar (high-consequence risk), tapi di sisi lain, manusia juga menikmati rasa aman (ontological security) yang tidak dimiliki di masa pra-modern. Jadi, pandangannya bisa disebut campuran optimis dan pesimis. Ia menggambarkan dunia seperti truk raksasa (juggernaut) yang melaju tanpa kendali: penuh risiko, tapi belum tentu berbahaya. Justru, di era radicalised modernity, manusia punya tingkat keamanan baru dalam hidupnya, meski sejarah berjalan berliku.

Giddens termasuk kelompok orang yang pesimis—seperti halnya orang-orang pos-mo—bahwa dunia saat ini bergulir entah ke mana. Tetapi Giddens tidak mau memakai kata "berbahaya" seperti kaum pesimis dan nihilis. "Dunia memang tidak aman, tetapi belum berarti berbahaya."—Giddens
Anthony Giddens, "The Third Way: Jalan Ketiga (Pembaharuan Demokrasi Sosial)", Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1999, hlm. xvii-xviii.

Tentang sosialisme (Kiri) dan kapitalisme (Kanan), Giddens tidak melihat keduanya sebagai musuh mutlak. Ia setuju dengan kepedulian Kiri soal ketidaksetaraan dan peran negara, tapi menolak ide bahwa negara bisa jadi solusi utama—buktinya rezim komunis gagal di Uni Soviet, Eropa Timur, dan Cina. Ia juga tidak mendukung kapitalisme neoliberal, seperti era pemerintahan Margaret Thatcher (1979-1990) yang menyengsarakan rakyat kecil. Namun, ia mengakui kapitalisme membawa dinamisme, mendorong orang untuk kompetitif dan efisien.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xviii.

Karena itu, menurut Giddens, Kiri dan Kanan sama-sama tidak mampu menjawab persoalan dunia modern. Jalan keluar bukan memilih salah satu, melainkan Jalan Ketiga: cara baru yang tidak hanya menengahi sosialisme dan kapitalisme, tapi juga menyeimbangkan antara risiko besar (high-consequence risk) dan rasa aman modern (ontological security).

Buku Jalan Ketiga terasa penuh dilema. Giddens sering menegaskan suatu posisi, lalu segera mengkritiknya. Misalnya, globalisasi harus diterima, tapi sekaligus diwaspadai. Individualisme berbahaya, tapi tidak bisa dikalahkan begitu saja oleh kolektivisme. Peran negara penting untuk menahan keserakahan kapitalis, tapi tidak boleh sampai membuat investor lari. Industrialisme perlu untuk mengubah alam, tapi harus hati-hati agar risikonya tidak merusak.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xix.

***


Di Timur maupun Barat, masalah sosial biasanya dilihat dari dua sudut: Kiri atau Kanan.

  • Kiri = sosialisme, memperjuangkan kesetaraan, peran negara besar.
  • Kanan = kapitalisme, menerima ketidaksetaraan, peran negara kecil.

Kiri sering diejek karena pajak tinggi dan boros, sedangkan Kanan dianggap kejam dan tak peduli rakyat kecil.

Sejak 1970-an terjadi perubahan besar. Di Inggris, Partai Buruh kalah (1979) lalu muncul Margaret Thatcher, sementara di AS naik Ronald Reagan. Keduanya menurunkan pajak, mendorong privatisasi, dan membuat ekonomi bangkit. Lahirlah istilah Thatcherisme dan Reaganomics, yang membawa kedua partai konservatif berkuasa lama (10 tahun di AS, 18 tahun di Inggris).

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xx.

Namun, keberhasilan ekonomi tidak otomatis membuat rakyat puas. Banyak yang merasa politisi, baik Kiri maupun Kanan, tidak mengurus masalah nyata seperti perceraian, keluarga tunggal, homoseksualitas, pencemaran lingkungan, dan imigran. Akibatnya muncul partai kanan-jauh nasionalis (contoh: British National Party) dan organisasi liberal seperti Oxfam.

Pada 1997, John Major dari Partai Konservatif kalah meski ekonomi Inggris sedang bagus. Penyebabnya adalah perpecahan internal Partai Konservatif mengenai mata uang Euro dan rasa tidak puas rakyat. Sebaliknya, Tony Blair menang karena melakukan reformasi, termasuk menghapus Pasal 4 Partai Buruh yang mewakili ide sosialisme klasik.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxi.

Menurut Giddens, kemenangan Blair terjadi karena ia berani keluar dari perdebatan sempit "Kiri vs Kanan". Blair merangkul keduanya sekaligus menarik kelompok lain di luar itu. Popularitasnya tetap tinggi bahkan dua tahun setelah jadi Perdana Menteri.

Buku Jalan Ketiga hadir tepat waktu. Setelah runtuhnya Kiri di 1970-an dan Kanan di 1990-an, dunia butuh cara pandang baru. Giddens merangkum pandangannya dalam buku ini, yang bisa dicatat sejarah sebagai manifesto politik penting bagi kelompok centre-left memasuki milenium ketiga.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxii.


Prakata

Buku ini ditulis untuk ikut serta dalam perdebatan tentang masa depan demokrasi sosial. Perdebatan ini muncul karena bubarnya “konsensus kesejahteraan” pada akhir 1970-an, runtuhnya Marxisme, dan perubahan besar di bidang sosial, ekonomi, serta teknologi. Pertanyaannya: apa yang harus dilakukan dan apakah demokrasi sosial masih bisa bertahan?

Penulis percaya demokrasi sosial tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang, asalkan para penganutnya mau memperbarui pandangan mereka. Inilah yang disebut “jalan ketiga”. Istilah ini sebenarnya sudah sering dipakai dalam sejarah, tetapi di sini dimaksudkan sebagai pembaruan demokrasi sosial versi masa kini.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxv.

Di Inggris, jalan ketiga sering dikaitkan dengan Tony Blair dan Partai Buruh Baru. Blair memang dipengaruhi politik Amerika, khususnya Demokrat Baru, tapi tidak sepenuhnya meniru. Beberapa kebijakannya lebih mirip model Skandinavia. Perdebatan tentang Buruh Baru juga mirip dengan diskusi di Eropa Kontinental, di mana partai-partai demokrasi sosial juga pernah melepaskan diri dari ide-ide lama.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxvi.

Inggris memang banyak tertinggal dari demokrasi sosial Eropa Kontinental, tetapi juga punya kesempatan memberi ide baru. Pengalaman panjang dengan neoliberalisme (Thatcherisme) membuat perdebatan di Inggris lebih terbuka, dan gagasannya bisa relevan untuk Eropa.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxvii.

Buku ini berawal dari diskusi penulis bersama Ian Hargreaves dan Geoff Mulgan. Ia juga berterima kasih kepada banyak tokoh, termasuk David Held dan Alena Ledeneva, yang membantu memberikan masukan dan semangat.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. xxviii.


1. Sosialisme dan Sesudahnya

Pada Februari 1998, setelah seminar di Washington, Tony Blair menyatakan ambisinya untuk membangun konsensus internasional baru bagi politik kiri-tengah abad ke-21. Menurutnya, kiri lama menolak perubahan, kanan baru menghindarinya, sedangkan yang dibutuhkan adalah menghadapi perubahan demi solidaritas dan kesejahteraan. Tantangannya besar, karena ideologi lama sudah kehilangan daya tarik.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. 1.

Dulu, Marx menulis bahwa ada "hantu komunisme" yang menghantui Eropa. Sekarang komunisme memang sudah mati, tapi nilai-nilainya masih membayangi. Kita tidak bisa membuang seluruhnya, karena beberapa prinsip sosialisme tetap penting bagi kehidupan sejahtera. Masalahnya adalah bagaimana membuat nilai-nilai itu tetap relevan, meski sistem ekonominya sudah gagal.

Saat ini, politik kehilangan inspirasi, dan para pemimpin kehilangan arah. Perdebatan publik lebih banyak tentang kemerosotan moral, jurang kaya-miskin, dan masalah negara kesejahteraan (welfare state). Satu-satunya pihak yang optimis hanyalah mereka yang percaya teknologi bisa menyelesaikan masalah. Tapi teknologi juga membawa dampak positif dan negatif, jadi tidak cukup jadi dasar politik. Politik butuh idealisme, tapi idealisme juga harus realistis. Kita harus tahu seperti apa masyarakat yang ingin dibangun dan bagaimana cara mencapainya. Buku ini berusaha menjawab hal itu dan menyalakan kembali idealisme politik.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. 2.

Fokus utamanya adalah Inggris, meski relevan juga untuk negara lain. Di Inggris, teori politik tertinggal dari praktik. Pemerintah kiri membuat kebijakan tanpa arah teori yang jelas. Padahal teori diperlukan untuk memberi tujuan dan arah politik, bukan hanya sekadar mendukung kebijakan yang ada. Sosialisme memang selalu dikaitkan dengan kiri, tetapi sebagai sistem ekonomi, ia sudah tidak relevan lagi.

Anthony Giddens, "The Third Way..., hlm. 3.


Daftar Isi:

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Total Pageviews

Histats

New Post

Dr. H. Supardin, M.H.I. - Penggolongan Ahli Waris Part 2

Penggolongan ahli waris yang diutarakan pada tulisan ini bersumber dari buku yang berjudul "Fikih Mawaris & Hukum Kewarisan (St...

Search